RAY ALERGI MAKANAN!
Judulnya berasa alergi banget ya. haha, ya iyalaahh.. Berkat alergi ini kami jadi banyak mendapat hikmah. Baik dari segi kealergian Ray maupun kealergian isi dompet kami pasca ke RS lagi.
Semua dimulai ketika Ray masuk 6 bulan. Biasanya, bayi-bayi kekinian merayakan bulan keenam ini dengan makan-makan. Orang umum menyebutnya dengan mpasi perdana.
Sebagai ibu amatir, aku telah dua kali salah meracik mpasi perdana. Berkat ilmu tanya sana-sini, aku memilih untuk mengenalkan sayuran ke Ray. Wortel dan brokoli. Dua kali buat mpasi dan dua-duanya gagal karena teksturnya terlalu kasar. Alhasil, saat disuapi, Ray keselek parah sampai hampir berhenti nafas. Untunglah, dia bisa memuntahkan makanannya.
Kesalahan racik itu, alhamdulillah nggak sampai berdampak apa-apa pada Ray. Mpasi menu lain pun dilanjutkan. Aku menyempatkan waktu untuk membuat gasol beras merah sendiri, dengan pertimbangan hemat bin irit.
Setelah browsing sana-sini, aku putuskan pakai metode WHO, sehari makan 1 kali serealia dan 1 kali buah. It means, pagi bubur gasol beras merah, sorenya buah2an..
Di mpasiperdana ini, eyang uti-nya Ray semangat 45 soal menu makan Ray. Hingga suatu saat, Eyang uti membelikan Ray pisang sunpride. 2 hari aku kasih makan sunpride, ternyata sembelit. Menurut orang-orang, sembelit bisa sembuh dengan pepaya. Ray pun kuberi makan pepaya.
Malamnya, Ray jadi super rewel, dikit2 nangis dan nangisnya kenceng. Nggak biasanya. Kami pikir itu karena sembelitnya, kami tenang-tenang aja. Kalau rewel cukup digendong-gendong biasa. ternyataa, paginya saat cek popok, ada ruam merah yang menyebar di bagian yang tertutup baju. Panik lah kita berdua. Pantas Ray rewel semaleman, pasti ruam merah itu gatal dan panas.
Dokter RS menduga memang itu alergi. Namun, untuk alergi ini, kami belum bisa menyimpulkan dari mana asalnya. Kami tanya dokter, menurutnya pisang dan pepaya sangat jarang menyebabkan alergi, karena proteinnya sangat rendah. Pak dokter ini justru curiga pada gasolku.
Judulnya berasa alergi banget ya. haha, ya iyalaahh.. Berkat alergi ini kami jadi banyak mendapat hikmah. Baik dari segi kealergian Ray maupun kealergian isi dompet kami pasca ke RS lagi.
Semua dimulai ketika Ray masuk 6 bulan. Biasanya, bayi-bayi kekinian merayakan bulan keenam ini dengan makan-makan. Orang umum menyebutnya dengan mpasi perdana.
Sebagai ibu amatir, aku telah dua kali salah meracik mpasi perdana. Berkat ilmu tanya sana-sini, aku memilih untuk mengenalkan sayuran ke Ray. Wortel dan brokoli. Dua kali buat mpasi dan dua-duanya gagal karena teksturnya terlalu kasar. Alhasil, saat disuapi, Ray keselek parah sampai hampir berhenti nafas. Untunglah, dia bisa memuntahkan makanannya.
Kesalahan racik itu, alhamdulillah nggak sampai berdampak apa-apa pada Ray. Mpasi menu lain pun dilanjutkan. Aku menyempatkan waktu untuk membuat gasol beras merah sendiri, dengan pertimbangan hemat bin irit.
Setelah browsing sana-sini, aku putuskan pakai metode WHO, sehari makan 1 kali serealia dan 1 kali buah. It means, pagi bubur gasol beras merah, sorenya buah2an..
Di mpasiperdana ini, eyang uti-nya Ray semangat 45 soal menu makan Ray. Hingga suatu saat, Eyang uti membelikan Ray pisang sunpride. 2 hari aku kasih makan sunpride, ternyata sembelit. Menurut orang-orang, sembelit bisa sembuh dengan pepaya. Ray pun kuberi makan pepaya.
Malamnya, Ray jadi super rewel, dikit2 nangis dan nangisnya kenceng. Nggak biasanya. Kami pikir itu karena sembelitnya, kami tenang-tenang aja. Kalau rewel cukup digendong-gendong biasa. ternyataa, paginya saat cek popok, ada ruam merah yang menyebar di bagian yang tertutup baju. Panik lah kita berdua. Pantas Ray rewel semaleman, pasti ruam merah itu gatal dan panas.
Dokter RS menduga memang itu alergi. Namun, untuk alergi ini, kami belum bisa menyimpulkan dari mana asalnya. Kami tanya dokter, menurutnya pisang dan pepaya sangat jarang menyebabkan alergi, karena proteinnya sangat rendah. Pak dokter ini justru curiga pada gasolku.
No comments:
Post a Comment